Feeds:
Posts
Comments

Can’t help!

Bahwa sesungguhnya setiap pulang nafsu makan atau hasrat untuk makan saya selalu menggebu-gebu.. Sampai udah kenyang pun gak bisa ditahan kalo ada makanan atau ada list makanan yang ingin di idam-idamkan.

Entah kenapa saya seperti gak rela atau gak ikhlas berhenti makan, kayak sayang sama makanan kalo gak dimakan apalagi kalo masakan rumah. Bulan kmaren awal April saya pulang ke Pekanbaru dan dengan sangat niat sekali pagi-pagi pergi sarapan dengan seorang teman saya (yang dari Jakarta). Dari rumah saya sudah bertekad untuk pesan menu biasa andalan saya kalo ke tempat makan ini. Namanya “Kimteng” terkenal di Pekanbaru acem kedai kopi gitu tapi banyak pilihan menunya. Menu andalan saya ialah :
- mie pangsit
- roti coklat
- dimsum
- air tahu aka susu kedelai

Berangkat dari rumah dengan tekad bulat, setibanya di sana teman saya sudah menunggu dan dengan tekad yang sama dan menu yang sama seperti yang saya pesan.

Dan tadi pagi saya dengan ayah saya makan di kimteng, setelah malamnya bertekad kuat untuk harus makan di kimteng. Sayangnya saya gak sempat untuk menikmati menu ke-3 yaitu dimsum karena ayah saya udah ngajakin pulang.

image

Intinya kalo pulang itu berasa gak mau rugi sama makanan. Jadi walaupun udah kenyang Hajaaaarr!!
Yeaaiiyyyy….yeeaaaaiiiyyyy…yeaaaaiiiiyyyy….

Pantai Sawarna

Kali ini saya ingin berbagi tentang pantai sawarna. Kira-kira hampir sebulan yang lalu saya ke pantai ini. Pantainya masih bersih. Disekitarnya ada sawah-sawah, tebing, goa, dan pegunungan asri sekali. Yaa mungkin karena di daerah pegunungan pantai ini hawanya sedang gak panas gerah dan gak dingin. Sekitar kurang lebih 7jam dari Bandung, karena diantara kami belum ada yang pernah ke pantai ini dan hanya berbekal GPS mobile serta nanya-nanya ke warga sekitar. Intinya perjuangan perjalanan sebandinglah dengan hasil yang didapat. Beberapa foto yang saya jepret dari kamera poket biasa…lumayan buat di share.

image

Langit sawarna

image

Pasir sawarna

image

Pasir yang terkena ombak

image

Bagian pantai sawarna

Ketika perjalan pulang ada satu spot yang kami temui, sepertinya ini di puncak yang paling tinggi, tapi ga tau juga ini bagian pantai yang mana.

image

Buah Kapulaga

Yang mana kah buah kapulaga?

Pagi ini saya ke pasar berniat membeli semua bumbu-bumbu untuk masak sup. Tibala di tempat Bapak penjual segala macam bumbu

Saya : Pak kapulaga ada?

Bapak : Ini neng..

(sambil memberikan ini)

Saya : (terdiam karena ragu dengan buah kapulaga yang ada dalam ingatan saya, lalu saya melihat kapulaga yang saya maksud) yang ini Pak..

(kapulaga dalam ingatan saya)

Bapak : Ini bukan kapulaga, ini xxxx (saya lupa si Bapak bilang apa)

Saya : Yaudah beli yang ini juga (akhirnya saya beli aja dua-duanya dengan plan nanti saya akan tanya tante saya)

Thanks to technology, sesampainya di kosan saya bbm tante saya nanya yang mana diantara dua itu yang kapulaga. Lalu tante saya mengirim foto ini

“Mungkin yang satu lagi itu kapulaga yang peyot” kata tante saya. Kata-kata tante saya ini bikin saya ketawa sendiri. Yahh..apapun namanya yang penting saya sudah tahu mana yang akan dipakai sebagai bumbu.

Hasil googling saya gambarnya ini

sumber gambar

Apa dua-duanya kapulaga tapi beda form yaa?maklum referensi bumbu-bumbu masak yang minim.

Dua anak keciilll..

Rasanya ada yang aneh kemaren. Kemaren pas keluar dari bandara rasanya hambar-hambar aja yang biasanya dikejar dan disambut oleh dua anak kecil. Yappp..dua anak kecil ini selalu berpartisipasi dalam acara penjemputan atau pengantaran saya ke bandara setiap saya pulang. Kali ini hanya disambut oleh ibu saya yang sudah menunggu di luar. Bukannya ga seneng sih..cuma ada yang kurang rasanyaaaa…

Saya sebelumnya udah tau kalo dua anak kecil ini gak ikutan dalam rangka penjemputan kali ini..tapi tetep aja berharap mereka tiba-tiba datang, soalnya suka agak-agak drama menyambutnya..hihihiii..

Dua anak kecil ini kalo ada yang ulang tahun di rumah selalu datang dengan inisiatif sendiri dengan baju kembang-kembang berharap ada acara tiup lilin. Memang tradisi di keluarga saya kalo ada yang ulang tahun cukup beli kue tart tiup lilin nyanyi lagu ulang tahun lalu ditutup dengan makan malam. Dan biasanya juga ga rame-rame cuma orang-orang di rumah dan kadang-kadang ngundang tante atau om saya. Tapi si dua anak kecil ini selalu hadir walau tak diundang sebagai penggembira.

image

image

Ada suatu cerita yang ingin saya ceritakan tentang seseorang. Suatu hari seorang teman saya seminar TA aka Tugas Akhir dan sudah menjadi tradisi seminar dihadiri oleh kawan kerabat serta ada konsumsinya. Mungkin karena seminarnya siang jadi teman saya ini menyiapkan makan siang. Oleh karena makan siang yang disiapkan sangat menjanjikan yaitu sepaket fastfood, pada saat saya datang ruang seminar penuh dengan partisipan. Yaa memang jadwalnya pun pas di siang hari, jadi sudah pasti teman-teman saya udah pada bangun.

Oke..seminar berjalan lancar. Selesai seminar makanan pun dibagikan, yaa saya ga begitu ngarep buat dapet makanannya yang penting saya datang seminar dan gak sanggup bergabung dengan sadisnya seleksi alam. Saat ingin keluar
saya iseng minta makan siang dari seorang teman saya yang lain, maksud hati gak heneran minta tapi kalo dikasih ya syukur alhamdulillah..
“buat gw yah ” kata saya
Tanpa disangka seorang teman saya yang lain ini langsung ngasih punya dia dan segera berbalik untuk bertarung buat ngambil makanan lagi.
Alhamdulillah..segera saya bersama dengan seorang teman yang lain lagi menuju IMG dengan niat mau makan satu berdua.
Saat dibuka ternyata yang saya dapat ialah bagian dada ayam… Dada ayam adalah pilihan terakhir saya kalo kepepet ga ada paha ayam. Atau malah ga jadi makan ayam kalo yang ada cuma dada ayam.
Celingak celinguk ada seseorang disebelah saya yang dapat paha ayam.
“lo mau gak tukeran?” kata saya
Tanpa pikir panjang seseorang ini menjawab “iyaa tuker aja”
Thanks God!

Seseorang yang akhir-akhir ini sangat dekat dengan saya, dan belakangan saya tau kalo yang seseorang ini sukanya paha ayam.

Jepret

Oleh karena saya sedang terlibat dalam suatu proyek, jadi obos saya ini sebut saja Pak D memfasilitasi tim untuk latihan fotografi. Dengan semangat Pak D mengadakan training ini,yang tujuannya biar pas survey kelapangan foto-foto yang dihasilkan gak asal jeprat jepret..*yah emang si Bapak hobi.

Dengan dilatih oleh orang Seni Rupa yang hobi di fotografi, kami dikasih teori dulu dikelas dan besoknya praktek lapangan di daerah SIS (Stamford International School). Dosen saya yang juga tergabung dalam tim ini dengan antusias dan semangat untuk belajar *termasuk saya juga sih…lumayan kan yaa..

Jadi sedikit teori yang sampai saat ini masih melekat di kepala saya :

  1. Elemen-elemen pada foto itu ada beberapa garis, bentuk, warna, dan lain-lain *saya lupa lainnya
    Tapi yang paling penting adalah elemen garis karena elemen lainnya akan terbentuk oleh elemen garis ini. Elemen garis inilah yang menentukan apa yang ingin kita sampaikan lewat foto. Ada beberapa macam garis vertikal, horisontal, kurva, spiral yang masing-masing akan menimbulkan kesan yang berbeda. Contohnya :
  2. Rule of third, yaitu pembagian 1/3 pada foto. Maka posisikan objek pada titik-titik persegi di tengah foto, agar foto lebih bercerita. Jika foto di posisikan di tengah disebut dead center, yaudah hanya objeknya saja tapi tidak bercerita apa-apa.
    Contoh fotonya :
  3. Hmm..satu lagi apa yaaa…saya lupa..kalo ga salah Background. Dalam menampilkan objek pada foto sebaiknya background jangan terlalu rame karena akan memecah fokus pada objek yang ingin ditampilkan. Contoh terlalu background yang mengganggu :

    Oyaaa satu lagi frame, apapun bisa menjadi frame. Tujuannya untuk membuat mengurangi background yang mengganggu atau agar objek pada foto lebih fokus. Pada saat praktek lapangan saya coba untuk bikin frame ini hasilnya.

Foto ini terlalu rame dan frame yang saya buat sepertinya tidak sesuai tujuan, tapi saya suka foto ini

Sepertinya ini foto yang paling lumayan *menurut saya, disamping foto-foto di atas yang masih sangat amatiran. Cuma objeknya di tengaah, kurang ke kiri atau ke kanan

Segini duluu…selamat menikmati..

Kolot

Kawan, apa orang tua kita ini terlalu kolot lalu menurunkannya kepada kita, sehingga kita jadi ikut-ikutan kolot?

Karena ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa diberikan dengan murah dilakukan secara mudah..
Walapun tak ada mata yang melihat, tak satu kepala pun yang mengenal tapi angin tetap berhembus dan menyapu wajah kita dengan pelan sambil berbisik “aku bersihkan wajahmu”

Apalagi yang kita punya selain kehormatan?yang melekat dalam diri kita dan tidak akan pernah hilang?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.